Alasan Pindah Perusahaan di Jepang
Alasan Pindah Perusahaan di Jepang: Mana yang Aman & Mana yang Berisiko
Pindah perusahaan di Jepang (tenshoku) dahulu kala dianggap tabu. Tetapi semakin berkembangnya zaman, pindah kerja semakin umum terjadi. Hal ini karena perubahan besar dalam pasar tenaga kerja: talent shortage, skill-based hiring, dan meningkatnya kebutuhan akan work-life balance.
Tapi, perbedaan budaya saat bekerja di Jepang dan Indonesia membuat kamu juga harus hati-hati dalam mengutarakan alasan saat pindah kerja. Terdapat alasan pindah kerja yang dianggap aman dan ada juga yang bisa bikin HR Jepang jadi ragu.
Artikel ini membahas alasan pindah kerja di Jepang, mana yang aman, mana yang berisiko, plus contoh kalimat Jepang yang bisa dipakai saat interview atau mensetsu.
Alasan Pindah Kerja yang Aman di Jepang (Lengkap dengan Contoh Kalimat Jepang)
1. Ingin Gaji yang Lebih Sesuai dengan Pekerjaan
Untuk para pekerja dengan visa Tokutei Ginou, gaji sering jadi alasan utama pindah. Tapi, jangan langsung bilang karena gajinya sedikit ya saat di wawancara atau memberikan alasan ke perusahaan lama. Kamu bisa coba memberikan alasan seperti contoh di bawah ini.
Contoh kalimat dalam bahasa Jepang
日本語: 今の給料では生活が少し大変なので、もっと安定した職場を探しています。
Romaji: Ima no kyūryō de wa seikatsu ga sukoshi taihen na node, motto antei shita shokuba o sagashiteimasu.
Arti: “Dengan gaji sekarang hidup agak sulit, jadi saya mencari tempat kerja yang lebih stabil.”
2. Jadwal Kerja & Work-Life Balance Tidak Cocok
Terlalu banyaknya shift malam, lembur, atau jadwal yang tidak tentu juga sering jadi alasan pindah bagi para pekerja pemegang visa TG/SSW.
Contoh kalimat dalam bahasa Jepang
日本語: シフトが不規則で体調管理が難しいため、もっと働きやすい環境を希望しています。
Romaji: Shifuto ga fukisoku de taichō kanri ga muzukashii tame, motto hatarakiyasui kankyō o kibō shiteimasu.
Arti: “Karena shift tidak teratur dan sulit menjaga kondisi tubuh, saya ingin lingkungan kerja yang lebih nyaman.”
3. Lingkungan Kerja Tidak Sehat / Banyak Tekanan
Hubungan antar teman kerja masih menjadi alasan nomor satu untuk pindah kerja, tidak hanya untuk orang asing yang bekerja di Jepang, tetapi juga untuk sesama orang Jepang itu sendiri. Alasan ini aman selama tidak menyalahkan atau secara gamblang menyebut nama orang tertentu.
Contoh kalimat dalam bahasa Jepang
日本語: もっとコミュニケーションが取りやすい職場で働きたいと思っています。
Romaji: Motto komyunikēshon ga toriyasui shokuba de hatarakitai to omotteimasu.
Arti: “Saya ingin bekerja di tempat yang komunikasinya lebih mudah.”
4. Ingin Belajar Skill Baru / Naik Level
Meskipun terdengar sebagai alasan klise, alasan ini termasuk alasan yang dianggap aman dan sering digunakan saat interview. Tapi, agar tidak terdengar terlalu klise, akan lebih baik jika kamu juga menjelaskan apa yang akan kamu lakukan atau inginkan setelah belajar skill baru ini.
Contoh kalimat dalam bahasa Jepang
日本語: 新しいスキルを学んで、もっと成長できる仕事をしたいです。また、今後は日本で身につけたスキルを、将来インドネシアに帰国した際にも活かしたいと考えています。
Romaji: Atarashii sukiru o manande, motto seichō dekiru shigoto o shitai desu. Mata, kongo wa Nihon de mi ni tsuketa sukiru o, shōrai Indonesia ni kikoku shita sai ni mo ikashitai to kangaete imasu.
Arti: “Saya ingin belajar skill baru dan berkembang lebih jauh. Di masa depan saat kembali ke Indonesia, saya ingin memanfaatkan skill yang sudah saya dapatkan sewaktu di Jepang.”
5. Perubahan di Perusahaan (Shift Berkurang, Proyek Berhenti, dll.)
Alasan ini sangat umum bagi pekerja dengan visa TG/SSW, terutama di caregiving/kaigo, restoran/food service, pertanian, atau manufacturing/pabrik.
Contoh kalimat dalam bahasa Jepang
日本語: 会社の状況が変わり、勤務時間が減ったため、新しい職場を探しています。
Romaji: Kaisha no jōkyō ga kawari, kinmu jikan ga hetta tame, atarashii shokuba o sagashiteimasu.
Arti: “Karena kondisi perusahaan berubah dan jam kerja saya berkurang, saya mencari tempat kerja baru.”
Alasan yang Berisiko untuk Pindah Kerja
Jika menggunakan alasan ini saat mensetsu/wawancara, akan memberikan kesan negatif oleh pihak perusahaan. Ada baiknya dihindari atau menjelaskan alasannya tidak secara langsung.
1. “Capek”, “Bosan”, atau “Tidak Mau Kerja Berat”
Bidang pekerjaan yang mempekerjakan pekerja dengan kualifikasi tokutei ginou/ssw kebanyakan bergerak di bidang blue collar atau lebih banyak melakukan pekerjaan secara fisik. Menggunakan alasan ini, akan membuat personality kamu dianggap kurang cocok untuk bekerja di perusahaan baru.
2. Konflik Personal dengan Atasan/Teman Kerja
Permasalahan dengan teman kerja atau atasan masih menjadi alasan utama untuk pindah bekerja. Tapi, jangan disampaikan secara gamblang, bisa diubah dengan menjelaskan kesulitan untuk berkomunikasi dengan teman kerja atau atasan. Jangan pula sekali-kali menyebutkan nama orang yang punya konflik dengan kamu ya.
3. Sering Pindah dalam Waktu Singkat
Pekerja yang pindah 2–3 kali dalam setahun bisa dianggap tidak stabil. Kecuali ada masalah dalam kontrak atau perusahaan, pindah kerja beberapa kali dalam waktu yang singkat akan dianggap red flag oleh HR perusahaan Jepang.
4. Masalah Performa atau Pelanggaran Aturan
Melanggar aturan resmi yang tertulis di perusahaan juga bisa berdampak serius atau dianggap tindak kriminal.
Kapan Waktu Terbaik Mulai Cari Kerja untuk Tokutei Ginou?
Ini bagian paling penting dalam tenshoku katsudo atau proses perpindahan kerja. Banyak pekerja dengan pemegang visa TG/SSW memilih untuk pindah kerja dengan masa berlaku zairyu card yang giri-giri atau mepet. Padahal, perlu waktu lumayan panjang mulai dari pencarian kerja, mendan/mensetsu, hingga nantinya mendapatkan pekerjaan baru.
Mulai cari kerja 3–4 bulan sebelum masa berlaku Zairyū Card habis adalah waktu terbaik untuk mulai cari kerja.
Kenapa?
- proses interview bisa 2–6 minggu
- proses shokugyō keirekisho & pengecekkan dokumen SSW bisa makan waktu
- proses imigrasi (在留資格変更 / 更新) bisa 1–2 bulan
- perusahaan Jepang kurang suka dengan kandidat yang sisa masa berlaku kartu
- risiko penolakan visa lebih tinggi kalau waktunya mepet (khususnya yang berubah dari ginou jisshu ke tokutei ginou)
Catatan Khusus untuk Tokutei Ginou
- pekerjaan baru harus sama sektor (例:介護→介護, 外食→外食)
- harus ada 技能試験合格証明書 (sertifikat SSW/TG)
- harus ada 日本語試験証明書 (sertifikat JLPT/JFT) minimal setara N4 atau JFT A2.
- harus ada 支援計画 (support plan) dari perusahaan baru, seperti TSK. Perusahaan bisa memiliki izin TSK sendiri atau hire TSK dari perusahaan khusus.
- harus ada 労働条件通知書 yang jelas
Pastikan kelima poin di atas sudah terpenuhi saat pindah kerja ke perusahaan baru agar mempermudah proses perubahan visa.
Kesimpulan
Alasan yang aman digunakan saat pindah kerja, khususnya untuk SSW & Gijinkoku
- gaji lebih sesuai
- shift tidak cocok
- lingkungan kerja kurang sehat
- ingin belajar skill baru
- jam kerja berkurang / perusahaan berubah
Alasan yang berisiko apabila digunakan saat interview
- bosan
- capek kerja fisik
- konflik personal
- job hopping terlalu sering
- masalah performa
Kalau kamu lagi mempertimbangkan pindah perusahaan di Jepang, apalagi kalau kamu pemegang Tokutei Ginou dan masa berlaku zairyū card sudah mulai menipis, ada baiknya ngobrol dulu dengan konsultan yang paham proses SSW dan dokumen imigrasi. Konsultasi awal biasanya gratis dan bisa bantu kamu menghindari masalah yang tidak perlu.
Di Re-Career, kami bisa bantu kamu temukan pekerjaan yang cocok dengan skill dan keinginan kamu. Konsultasi dapat dilakukan secara online dan dengan staf dari Indonesia.